Selasa, 15 Mei 2012

RATAPAN KUNTILANAK (by Risa Saraswati)

aku terbang dari satu tempat ketempat lain. Mungkin menurut kalian terlihat terbang, tapi tidak kenyataannya..aku hanya berjalan dari satu tempat mencari tempat yang jauh lebih nyaman buatku berteduh. Kalian tau? begitu aku menyukai tempat yang sangat gelap...aku tidak suka kalian mencemooh bagaimana fisikku kini. Aku cantik? ya aku pernah cantik, itu dulu saat semuanya belum kuakhiri dengan paksa. Jangan paksa aku untuk menceritakan kenapa aku begitu berani menyayatkan pisau dinadiku hingga seperti sekarang ini, terlalu menyakitkan bagiku untuk mengingatnya.... Walau tak kupungkiri, tak akan pernah bisa aku enyahkan segala pikiran tentang masa laluku. Kalaupun bisa, mungkin aku tidak akan begini...hinggap dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Begitu aku menyukai anak perempuan, suka sekali. Entah kenapa aku begitu yakin kalau bayi yang ku kandung dulu dan mati bersamaku adalah bayi perempuan.


Surgaku adalah melihat para wanita melahirkan anak mereka dari dekat..dekat sekali, hingga tak jarang aku menemani para ibu hamil di rumah sakit rumah sakit bersalin. Sayang, banyak mahkluk sepertiku juga yang tak segan mengusir jika melihat keberadaanku. Sejujurnya, aku hanya ingin melihat bagaimana rasanya melahirkan..bagaimana rasanya memiliki bayi, tidak tidak jangan pikir aku akan mencuri bayi kalian.


Mistis sialan membuat aku dan teman-temanku yg lain menjadi terkesan menakutkan. Mungkin memang ada yang suka mencuri bayi, tapi percayalah...tidak semua seperti itu. Jika kalian ingin bertemu denganku atau hanya sekedar ingin berteman denganku, aku akan sangat bahagia... Kesepian, ya! aku kesepian. Panggil saja aku, sesukamu! aku bahkan lupa namaku saat masih bernafas dulu. Jadi sebut saja sesuka hatimu siapa namaku. Kamu cukup mematikan lampu kamarmu, lalu membayangkan sosok seorang wanita dengan tinggi 159cm, berambut hitam legam hingga menyentuh lantai kamarmu, bajuku daster tipis putih semata kaki...sudah tidak putih lagi...ada bercak darah memenuhinya, kulitku pucat putih dan kaku , walau tak bahagia...tapi aku suka sekali tersenyum dan tertawa, o iya...mukaku tak usah kau hiraukan..akan kututupi rambut jika kita bertemu nanti... kau tak akan bisa bayangkan bagaimana rupaku hihihi. Jangan lupa satu hal, aku juga sangat benci pada cermin. Jangan biarkan itu mengganggu pertemuan kita nanti ya..... Aku sanat ingin bertemu dan mempunyai sahabat yang kubisa kuajak bermain dan bercerita. Panggil aku... bayangkan aku.... Tolong...

Sabtu, 12 Mei 2012

MY IMMORTAL ….. MY FAVORITE SONG’s … (EVANESCENCE)





Hmm…. Lagi lagi galau dengar lagu Evanescence _ My Immortal ..
Entah kenapa setiap gue denger lagu ini bawaan pengen nangis mulu… dalem aja makna dari arti kata lagu ini.. 



Seinget gue, waktu itu gue pernah nanya sama salah satu Admin @EvanescenceINA di twitter >> @Nenkz_whisper sekilas depan mirip saya namanya *Gubraakk ..
ya makna dari lagu ini mengartikan bagaimana kita bisa bangkit dari orang yang pernah nyakitin kita, istilah jaman sekarang Move on/Move up kali yee,, hihihihi

sangking melegendanya nih lagu… bagi EVCLUB / EVHEADS pernah nyaksiin Evanescence manggung di salah satu acara atau panggung live, pasti mereka ga pernah namanya yang ga nyanyiin lagu ini, pasti nyanyiin… Amy (vocalist) kalau nyanyiin lagu ini, menghayati banget…sampe aku yang dengernya lewat youtube..kebawa suasana pengen nangis… sumpaahh dah,,

Inget waktu dia konser di Jakarta….aaaaaaaaa Hal ini seharusnya tidak mau saya ceritakan, bukan karena ada apanya, tetapi saya tidak menonton… kalau saya menceritakan lagu My Immortal berhubung saya tidak nonton konsernya,,, jadi tambah Galau…untuk menceritakannya.. haaaaaa….  Hahahahahaha….

Sempet saya pernah berfikir kenapa Evanescence menyanyikan lagu ini di saat Terakhir? kan suasana jadi berubah sedih… L saya aja di rumah aja cuman mantengin Komputer dan berhadapan dengan Twitter sambil mendengarkan lagu My Immortal aja sedihnya ngga ketolongan L… Kebayang kalau saya berada di saat konser itu, menyaksikan Idola saya menyanyikan lagu itu pasti saat itu juga saya nangis.. sedih,, Clossingnya lagu nya itu… tambah sedih. Pati gue rasa anak2 evheads yang lain akan merasakan itu. 

Apalagi waktu tahun 2004 apa 2003 deh aku lupa,, lagu ini netap menjadi deret tangga lagu terlama masuk 10 besar.. ‘n lagu ini bersama BMTL (Bring Me To Life) pernah masuk OST film.. (lupa film apa). Hehehe maap… 



Sewaktu saya membuka situs youtube untuk mencari video My Immortal, disini amy seperti seorang Malaikat, ia sangat bersinar memakai gaun putih itu,dengan sedikit lilitan kain putih di pergelangan tangan dan kakinya, itu yang membuat ia tampak cantik dan manis di video My Immortal.. sontak saya kaget dengan komentar fans Evanescence yang satu ini, kira2 begini komentarnya :

“Amy is definitely a vampire, I love her so much…. This song is so beautiful, I cried the first time my dad played it for me, he's a big Evan fan too <3 …She's gorgeous, her voice is one of an Angel c: <3”

“Amy pasti vampir, saya sangat mencintainya…. Lagu ini sangat indah, aku menangis pertama kali ayah saya bermain untuk saya, dia penggemar Evan besar juga.. Dia cantik, suaranya adalah salah seorang malaikat..” 

Owwwhhhh so sweet.. I like this on comment.. very very nice. :)

Hahahhahaaa I know .. why is amy in calling vampire? I personally think the gothic feel of the music and the eye resembles a vampire .. yaapss,, itu terdapat dari mata nya yang Indah itu.. aku sangat menyukai matanya yang putih ke abu abuan.. benar2 seperti Vampire, saya rasa ia mempunyai kesamaan seperti Edward Cullen hahaha.. have the same eyes Beautiful,, verry verry nice… hmmm I like.. :D



- EV CLUB INDONESIA , EV HEADS - EVANESCENCE Oceans !! - Thanxx You !!

Sabtu, 05 Mei 2012

HAPPY ANNIVERSARY ‘AMY LEE and JOSH HARTZLER’

Halooo… semua piye kabare? Sehat? Hahahaha… Mau nulis sesuatu disini.. cerita sedikit, sambil meluangkan waktu saya di Rumah… berhubung hari ini libur… saya ingin mengisi blogger saya dengan cerita saya. Yukkk…. Tanggal 6 may 2012… yaps.. sebagian orang akan mengatakan hari ini, hari waisak… hari dimana umat beragama Budha tentunya, sedang merayakan hari besar nya sekarang. Tetapi untuk saya, Tanggal 6 may 2012 ini.. adalah tanggal yang amat sesuatu… sesuatu banget.. haha.. *sesuatunya apaan*? Iya hari ini dimana anak-anak EvHeads tentunya (sebutan untuk Fans EVANESCENCE) sedang merayakan Fan Gathering 2012.. saya juga tidak begitu mengerti, istilah anak muda sekarang hanya sekedar kumpul2.. tetapi Gathering anak2 EvHeads tentunya sangat berbeda. Sangat sedih saya tidak bisa ikut dalam acara itu… bukan apa, karena saya Minggu jarang bisa, dan Minggu selalu ke pakai sama acara keluarga… *itu sangat Membosankan* -_______-
Hmmm… Oiya, berhubung dengan cerita yang ada di atas, Hari ini tepatnya tanggal 6 May 2012.. Vocalist EVANESCENCE siapa lagi kalau bukan @AmyLeeEV sedang merayakan Ulang Tahun pernikahan nya yang ke 5 Tahun.... sesuatu banget untuk @AmyLeeEV disana.. yaa,, aku twitter hanya bisa memberi sesuatu Gambar atau Lukisan Sketsa Pensil 2B yang aku buat semalaman,, deminya aku sampai begadang,, hehehe Lukisan yang menggambarkan @AmyLeeEV di VC (Good Enough) >>> Sebuah Lagu yang di ciptakan @AmyLeeEV saat ia bertunangan dengan kekasih nya yaitu Josh Hartzler … *SoSweet Bangett, Sesuatuuu* Oiya lagu BMTL (Bring Me To Life) juga loh.. itu lagu di dedikasikan untuk Kekasihnya Josh Hartzler…
Oiya,, cerita sedikit tentang @AmyLeeEV,,,,,,,, Pertunangan Amy bisa di bilang sembunyi-sembunyi alias ngumpet, media aja ampe gatau Amy udah tunangan. Jadi cerita nya gini saat mengisi acara Live @ Much di sesi MuchMusic pada 9 Januari 2007, Amy terlihat memakai cincin di jari manisnya, cincin Amy itu jadi perhatian presenternya Live @ Much. Terus Amy ditanya ama presenter soal cincin itu baru deh Amy membeberkan bahwa dia telah bertunangan malam sebelumnya. Dia lalu memberi konfirmasi pada EvThreads.com bahwa dia telah dilamar oleh Josh Hartzler teman lamanya yang bekerja sebagai terapis. Lee menyatakan saat wawancara bahwa lagu “Good Enough” dan “Bring Me to Life” terinspirasi dari Josh Hartzler. *ini ada di cerita diatas* Lagi-lagi nih media juga gatau Amy menikah. Amy ngeposting di forum EvThreads.com kalo dia udah jadi nyonya Amy Hartzler. Amy dan Josh menikah pada tanggal 6 Mei 2007, dan berbulan madu di dekat Bahamas. Kalo nanya ke Mbah Google soal pernikahan Amy di jamin deh berita detailnya kaga bakalan ada, apalagi foto-foto Amy pas menikah. Di Website resminya Evanescence juga ga ada foto-foto pernikahan Amy. Yaah itulah Amy orangnya pintar menjaga privasi, dia lebih suka diberitakan tentang karya-karya atau prestasinya di dunia musik daripada diberitakan tentang kehidupan pribadinya.
(cuma ini foto Amy yang lagi pake gaun pengantin, mungkin pas pernikahan nya)

 Oiyaa dan yang terakhir Gambar ku untuk Mama @AmyLeeEV.. semoga suka ya dengan gambarku... Love you Amy Lee :)
SALAM EVHEADS (bekasi-Jaktim) \m/ !!!!

Rabu, 21 Maret 2012

KECEWA !!!!!

BAB 1

Maaf nih.aku baru ngeblogg lagi, biasalah lagi sibuk UAS.. (-__-!!) haaaa… sibuk belajar sana-sini, bikin pegel badan capccuussszzz…. Ini aja colong2 waktu belajar buat nulis cerita ini ke blogg-ku.. aku kangen sama kalian, sehat2 kan cyiinnn?? wkwk

Langsung aja deh ceritanya.. :

… Kalian pernah ga sih ngerasain suatu masalah? salah satunya rasa KECEWA? Apa sih rasanya? ……… gondok? Kesel? Pengen nabok Orang? Singit? Benci? ,, ga usah jauh-jauh lah, salah satunya rasa kecewa sama Sahabat/Temen (?) pasti sedih banget kan? Tapi rasa sedih itu ga berlaku sama saya… malahan yg ada saya jadi benci sama orang yg buat saya kecewa.

sama hal nya kayak saya, belum lama ini lah kejadiannya… awalnya saya sama kedua sahabat saya selalu jalan bareng, kemana2 bareng.. tempat duduk pun bareng, cuman serumah aja yang ga bareng (yailah emang sekolah?)

nah permasalahannya begini, klo saya jelasin dari awalnya kebentuk sahabat juga ga bakal kelar nyeritain masalahnya..
kita langsung ke permasalahannya aja buu…

setelah memasuki SEMESTER ke 2 kelas 9 SMP … persahabatan kami jadi renggang, awalnya aku ga perdulikan masalah itu, mungkin ya namanya sahabat pasti ada yg namanya berantem dsb. Nanti juga baekan lagi….. tapi ini nggak, bung.. yg ada malah tambah parah..
awalnya sih aku ga terlibat sama masalah ini,, jadi berantem hanya soal Pacar doank… ishh apaan coba yg di ributin,,

jadi temenku yg satu tuh mudah banget jatuh cinta, sekali nya iya di tembak cowo.. langsung jadian,, sewaktu akhir SEMESTER 1 saat bagi Raport,, temen ku si “E” (nama inisial) itu sempet pacaran sama cowo yg duduk di kursi belakang cowo itu si “A” mereka jadian tanggal 15-11-11 tuh.. saat itu hubungan masih adem adem aje kyk Angin cepoy2,, cuman temenku ini dulunya sebelum jadian sama si “A”, temenku pernah deket sama salah satu cowo di kelasku, si “AD” namanya.. klo jadian sih ga pernah cuman sekedar temen deket doang..
entahlah kenapa, gara-gara cowo itu..temen ku si “E” jadi lupa sama aku dan Manda. Akhirnya sahabatku Manda dia jadi sebel sama si “E” gara-gara cowo itu, bukan karena Manda suka dengan cowo itu, tetapi Hak untuk kami bersama-sama telah di rampas oleh cowo itu. Seakan sahabat kami sendiri si “E” itu lupa dengan kami..

semenjak sahabat kami si “E” telah jadian dengan s “A” kekasih yg di idamkan… si “AD” itu ga terima mereka jadian, jadi kronologis kejadian pertengkaran itu berlangsung di “Facebook”
(*saya lupa mereka bicara apa*)*banyak banget coy,, penuhin notif gue*. tapi intinya mereka berdua berantem.., tanpa sepengetahuan kekasih si “E” itu..

pernah suatu ketika hubungan sahabat ku si “E” kandas di tengah jalan dengan si “A” ….
(*kebayang dah tuh boss, gimana sedihnyeee* cuman itu lho caranya ajee yg lebayy,,)
Dia bilang sama saya, bahwa dia ga bisa ngelupain pacarnya yg telah mutusin dia…
seolah-olah kyk ga ada cowo lain gitu-__-iuhhh… yaaa wajarlah orang putus,, emang kdang2 ga bisa nerima keadaan … yaa jadi gitu.
Sampe di kelas setiap pelajaran,, kerjaannya Nangiiiiisss muluuu -__- itu orang kenapa sih, nangiss mulu dari tadi…?? Klo udah kepepet yaa, larinya ke Kamar mandi,, laaamaa nya naujubillah.. kadang2 sampe 1 jam pelajaran *buseeenggg* *ngapain aja di kamar mandi? Jualan?* itu tu,, setiap hari kerjaannya kayk gitu… ampe Sholat juga ,, ckckck…
nih orang pabrik Air Mata kali ya? Tiap hari nangis muluu gara2 pacar… bilang Galau lah,, -__________________-

Pernah tuh , saya ajak dia kerumah saya… nemenin saya di rumah, kebetulan Orang tua lagi ga ada,, dari pada saya bengong, nganggur ga ada kerjaan.. mending saya ajak sahabat saya tuh kerumah,, pas sampe rumah yaa.. belom gue duduk coy,, dia mulai curhat,, curhat yg lain sih ga ngapa…..ini?? malah mantan yang di curhatin… dalam ati, nih orang lebay amat,, udah tau putus… masih aja ngomongin,, saya tau, tipe2 orang yg kyk gitu kebanyakan kepengen balikan… yaa dah saya maklumin… tapi ini gila2 an coy… kyk misalnya dia dateng ke rumah gue, yg di curhatin itu itu terussss… kyk ga ada topic lain. -__- kesel nya itu. Bukannya ga mau denger… yaa tapi gimana, klo udah putus, masa iyaa kita paksa musti balikan.. klo cowonya mau,, klo ga? *mau sujud di kakinya?* lebayy aja.. kyk di sinetron2 O___O dari situ lah gue udah mulai males ama tuh anak…

Udah nih,, akhir2 ini dia udah ga gitu lagi… udah kan tenang sayanya…
Tapi tunggu dulu, klo dia sepintas teringat atau ngeliat mantannya ,, mulai nangiss lagi kepepet lari ke kamar mandii… curhat nya curhat mantannya lagi (*buseeenggg berapa episode ini?* *dari kemaren ga selese2 * grrrrrrrr --____--)

coba deh kalian pikir? Buat apa coba? Buang2 tenaga aja, ya kan?*… mana kamar mandi sekolah jauh dari kelas 9 … issshh kan malu sama anak2 lain, di liatin.. klo mereka “care” klo ga.., bakal di Tanya. “ih tuh anak kenapa sih? Dari kemaren mewek mulu? Cengeng amet jadi cewee-_-“

3 minggu sebelum UAS untuk anak kelas 9,
Hari jumaat saya di ajak sama teman saya si “E” dan teman cowo nya itu si “AD” nonton bioskop, tadinya mereka mau nonton (Negeri 5 Menara) aku juga setuju nonton nya itu aja,, tapi si “E” ga mau katanya “apaan kek, masalah waktunya klo film N5M itu cepet ntar si AD ga kedapetan nonton” ywdah saya jawab aja “ Yawdah tinggal aja ngapa, lagian kenapa dianya telat?” trus temen saya si “E” diem aja..
Akhirmya filmnya yang kita tonton “Santet Kuntilanak” -__- sebel anget pen kepengen nonton Negeri 5 Menara malah, nonton yg laen…

Gondok nya nih, setelah mereka nonton.. kita pada makan tuh… di restoran, cuman ga terlalu mahal restorannya namanya D’co*t harganya murah murah, makannya enak2 ….

Nah kita ber 4 mesen nasi goring tuh, cuman minumnnya yg beda, yg paling mahal minumnya si “AD” dia mesen milo, saya pilih es jeruk nipis.. temen saya si “E” mesen teah manis…
Setelah semuanya kenyang, harganya 49.000 sekian berapa gitu saya lupa,, nah mereka pada meriksa dompet kan? si “E” sama si “AD” tuh bingung meriksa dompetnya,, si “E” bilang (“yahhh gue ga ada duit kecil.. nih ada sih cuman duitnya kurang”) si “AD” bilang (makananya emang ga ada yg lebih murah apa?. mahal banget… ) saya keluarin kan duit 50 ribu, “ini duit gue, kalian ada kembaliannya ga?” saya udah mulai curiga kan sama si “E” sma si “AD” tampang2 kere mesen makanan yg so kaya… -___- belagu aja,, yawdah akhirnya saya yg bayarin tuh mereka makan,, Ikhlas ga Iklhas sih, abis terdesak.. tadinya sih mau langsung pulang pura2 di telepon bokap.. supaya mereka pada bayar sendiri, cuman gobloknya gue ga kepikiran, kepincut sama kecurigaan gue sama mereka soalnya… issshhh-__- istilah nya gue jalan2 kaya di perbudak mereka.. *makan minta bayarin* buseeengglu kira gue apaan? Bapak lo??

Udah kan saya bayarin dulu, pas balik.. bukannya bilang terima kasih… kek,apa kek… ini malah ketawa2,, najisss gue mah… gue diem aja,, abis mau ngebrak meja,, takut di liatin orang… trus saya bilang aja “eehh , inget yaa duitnya besok ganti.. jangan lupa”
mereka berdua bilang tuh “Iyaa” udah kan mereka pada pulang saya juga… si “E” pulang bareng “AD” naik motor tuh,, saya sendiri… bukannya temenin saya pulang, malah pulang sama anak blangsak itu…

Udahkan setelah saya sampe rumah, saya lupa bilang klo besok ada pengambilan nilai Olahraga Renang di sekolah,, yaudah kepepet pulsa saya habis, saya WHATSAPP (aplikasi seperti BBM klo sms tanpa Bayar) yaudah saya bilang ke cowo nya

“eh, lo sms cewe lu dah, besok mau bareng gue ga? minta ntar besok subuh telpon gue ya, jangan lupa”

“iyaa ntar gue sms”

Besok nya sekitar jam 4 subuh gue buka BB gue kan,, tau temen gue ga mungkin bangun jam segitu,, tapi gue siap2 aja kan,, siapa tau dia nelfon gue.. pas Adzan Subuh tuh gue buru2 ambil air wudhu, trus gue sholat… nah pas gue liat BB gue ga ada aktivitas telfon masuk, jam udah pukul 05:10, saya cepet2 mandi,, saya dalam hati

”ini sebenernya jadi ga sih? Jam berapa? Ga peduli banget tuh orang sama temennya sendiri, mentingin pacar ketimbang temen, parah emang dasar”

nah ada firasat saya buka tuh HP saya yg satunya, ada Inbox (1) itu dari temen saya si “E”
pesannya :

”eh nis, gue jadi bawa motor besok..” di kirim tadi malam pukul 22.00

saya keselnya kan, gue udah capek2 pake baju seragam, masa iya sih gue tidur lagi? Hellooo ga lucu coy… udah wangi2 masa iya bobo lagi? Seeetttt baru pertama gue kyk gtu,, di kamus sejarah gue ga ada dah.. gue udah rapi2 tau taunya keadaan kepepet gue bobo lagi… yg ada bokap guee aneh ngeliat gue ntarrr… di kira Gila anaknya,, hiihh ogah dahh..

saya ga peduli,, saya tinggal aja dia,, saya di boncengin sama ayah saya menuju sekolah,,
saat itu saya udah mulai bete sama dia,, ga tepat waktu… ga disiplin.. -__- bikin cape yg nunggu.. sampe sekolah dengan wajah yg ga enak di pandang.. *sambil nyimpen rasa kesel* tuh … saya duduk,, sembari di temenin dengan lagu2 .

Jam 6 pagi,, eh dia baru telepon.. (woyyy gue tungguin jga subuh, kemana aja lo?) sok, sok nelepon (sok ngerasa bersalah)

”nis maaf yaa gue baru bangun, gue ketiduran.. gue mimpi seseorang tdi malem, udh msuk belom”??

(heh kemana aja lo? Gue nunggu ampe tua, lo baru nelpon… setan emang dasar) “iyaa gpp , oohh… belom,, iya ya..” dengan perasaan datar saya ngomong.

habis jujur nih,, males ngomong sama orang yg bikin repot orang doank,, bawaanya pengen ngomel mulu. Itu baru temen coy, gimana OrangTuanya di rumah ya? , kebal kali ma anak kyk gitu …. -___-

Sampainya di sekolah, saya males nyapa dia……. Saya diem aja,,

BAB 2

Nah bro, mulai nih sengit nya lagi….
kan sabtu tuh anak kelas 9 pada PM (Pendalaman Materi UN) tuh… gue kebagian bahasa Inggris tuh yg pertama.

Oiyaa bro soal masalah gue ninggalin temen gue gara2 temen gue ga disiplin,, itu gara2 apa? Karena emang pada dasarnya gue orangnya ga mau nunggu lama-lama,, apalagi nunggu ampe bosen… masalahnya guru PM bahasa inggris gue tuh cukup Killer juga.

*Bayangin deh.. sekolah lo dapet guru killer gimana? Di panggil ga denger aja di omelin kyk kereta ga berenti2, apa lagi yg telat bro.. udah kebayang hukumannya gimana*

Awalnya masih ngobrol2 biasa sama temen saya si “E” itu…

Saat istirahat tiba aku, si “E” sama Manda sahabat ku satunya.. makan bareng di kelas,,
Tiba-tiba si “E” ngomong, :

”eh , manda aku hari ini ga bisa les bareng lu berdua ya, aku di rumah gg ada siapa2 cuman aku doank, aku mau nyiapin renang buat nanti sore”

”Iyaa… gpp”

nah kan aku juga kebetulan ga bisa juga, cz anak kelas 9 (beda kelas) ada yg mau minta ajarin chord gitar(lagu), buat perpisahan nanti..
Yaudah aku sama si “E” samasama ga bisa saat itu,,….

Pas jam pulang sekolah,, si “E” bilang sama saya :

“nis nanti aku jemput yaa kamu ke sekolah jam setengah 1, aku pulang dulu bareng “AD” sekalian mau siapin baju renang”
(saat itu pulang sekolah jam 11 lewat 10 ,, )

“Iyaa,, jangan lupa yaa nanti”

(dia ngga jawab)

nah saat itu,, saya ada janji juga sama Muthia yg minta ajarin gitar,, saya langsung booking tempat.. dan kami berdua serius mempelajari chord demi chord,, awalnya sih ajarin Muthia emang rada susah,, tapi lama kelamaan anaknya bisa mengikuti dengan baik.. jadi yg tadinya cape ga keras capenya.. hehehe… saya juga mengajari dia dengan serius,, walaupun Muthia juga bingung untuk perpisahan lagunya apa,, akhirnya ketemu, saya dan Muthia belajar memahami lagu tersebut…

Lama juga aku ngajarin Muthia, sampai kerasa banget pegelnya jari kiriku, yang terlalu bersemangat menekan senar Gitar.. akhirnya saya istirahat sebentar.., sedangkan Muthia sibuk meminjam gitarku, untuk memainkan lagu Classic dari Gitar (2ThumbsforMuthiaaa) … lumayan ada hiburan,, 

HandPhone ku bergetar,, ada Inbox masuk (1) .. itu dari si “E”
Message :

”Nis maaf yaa,, aku lagi mau nonton sama AD (nama samaran)”

(saya baca sambil mengerutkan jidat)

Saya tarik nafas, sambil menahan Emosi, lagian kalo mau di keluarin..malu bung, ga enak ama anak2 lain..
Saya tenangkan diri.. OKlah,, tapi apa bisa? Dia kejar waktu? Sedangkan jam menunjukan pukul 12 (?) 30 menit lagi dia janji mau jemput aku….

Nah disitu aku mulai curiga ini anak ada apa sih? Dia tuh niat ga sih pulang bareng aku? Akhirnya aku aku juga pulang sendri,, Woyyy gue udah nunggu cape2 yee.. lu seenaknya ama Orang lain… dimana hormat lo sama gue sebagai temen lo? *sabaarrr sabaaarr*

Ya sudahlah… akhirnya aku pulang dengan Rasa KECEWA !! untungnya aku pulang ga sendiri tuh,, aku pulang ada yg nemenin walaupun dia turun agak jauh dari rumah saya.. tapi gpp setidaknya ada orang yg masih peduli terhadap kondisi saya.. Thx yaa, put.. 

Saya kembali menarik nafas,, dan menahan rasa capek saya saat saya tiba di rumah.. saya ga bisa istirahat kalau kalian tau… aku istirahat hanya makan doank,, dan itu pun makan terburu buru karena ada pengambilan nilai berenang di sekolah saya… saya musti bergegas merapikan apa saja yg saat di perlukan saat berenang nanti,,

Saya kembali sms si “E” :

”heh… jadi ga sih beranngkat bareng sama aku? Klo ga jadi gue tinggal nih….”

dia bales sms saya :

”tinggal dimana?”

Jawabnya songong banget lagi,, gue nanya Serius,, di bilangnya tinggal dimana? Nih orang di santet kali ya? Ngawur gitu jawabnya, lu kira gue maen2 apa nanya? Aahh udah lah,, ngapain sih nunggu orang yg ga jelas…lagian gue juga mau dapet nilai,, emang lo doank? Bodo amat gue tinggal aja…

“ke Halim lah,, emang mau kemana?” saya jawab singkat aja…

Pas sampe di sekolah,, yahhh yg ikut berenang juga ga semua… sedikit bangaaiii… mungkin pada telat kali ya? jadi saya sama rombongan anak yg udah sampe pada langsung ke kolam Renang duluan…

Pas saya naik ke trans halim, si “E” sms gue gini :

” nis lo dimana?” (sms sok baik)

” gue udah naik, trans halim.. mang ngapa ?” jawab jutek

”gpp.. gue tanya doank,, eh sorry ya tdi gue ga bisa bareng lo, gue kerumahnya AD soalnya,, ortunya ada perlu”

*Hellowww?? Sejak kapan dia ngomong gitu kerumahnya AD ? tdinya bilang nonton,, trus sekarang bilang ke rumahnya AD… yg bener yg mana? Gue ngerasa di begoin… gue yg goblok apa temen gue yg Goblok? *

(hasrat udah males bales sms) tuh ywdah gue matiin HP …



BAB 3

Setelah berjalan cukup lama menggunakan trans halim,, akhirnya sampai juga di tempat yg kita tuju,, sampai di tempat Renang daerah Halim…
Disitu saya yg pertama adalah absent kepada guru OR saya, yang kedua saya mulai mengganti baju … saat itu juga saya langsung nyebur….

nah pas beberapa jam … dia dateng, pun dateng nya telat pula… 30 menit sebelum selesai,, dih btw ngapain ikut nyebur, ga usah nyebur aja sekalian… toh 30 menit doank,, (pulang aja lo) udah singit gue nya liat tuh anak… sok sok an nyuruh2 gue manggilin guru yg ngambil nilai, laahh situ butuh… situ yg manggill lah,,, masa gue(?) sorry dory yaw …. -____- sumpeh serba di perbudak saya -_-

Yaudah kan guru saya suruh pada udahan renang karna udah sore,, jam juga pukul 16:30 ,,, saya langsung cepet2 ngambil baju, langsung Mandi,, eh si “E” ikut2 gue,, mandi juga, pas di ruang ganti

”nis punya plastic ga? gue ga ada plastic nih…”

”ada sih, 2 cuman kecil2 itu pun gue tdi buru2 tkut ke tinggalan ma anak2”

“aku nitip yaa sama kamu, besok aku ambil minggu”

(hiihh helooww??? What ?? emang lu kira tas gue tempat baju Kotor? Enak banget LO nyuruh gue,, emang gue siapa lo? BABU lo? Hiihh… ogaaahhamatttt)

“ga ah, bukannya gue ga mau,… ntar bokap gue heran ini baju siapa,, iya tau baju lo..yaa kyk lo gat au bokap gue aja”

“yaah ywdah deh..”

*nah ngeselin banget kan?.. serba ngerepotin,, apa apa gue, apapa gue,, emang dia kira gue pembantunya apa?*

(((( Eh ganti baju pun seruangan lagi ma tuh orang,,, )))) mana males banget gue ganti baju bareng tuh anak..-______-

Yaudah kan gue keluar, gue udah selesai.. gue cari anak2 kok pada ga ada,, sialan si
”E” mau nipu gue,, supaya gue pulang sendiri… anjjiirrr,,, gue udah gelisah aja tuh pada… trus gue liat ada temen gue yg seangkot bareng blm pulang,, mereka lagi pada makan,, gue samper aja…

Si “E” manggil gue,, gue ga peduliin… bodo ametan… siapa lo siapa gue,,
Ehh dia malah ikut nyamper,, bukan pulang sono.. hihh,, -_-
Sok baek… baekin gue,, kepengen gue lempar pake tempat makan rasanya.. gondokk bangeett nih leher gue,, pengen nabok..,,

Nah gue certain tuh sama temen gue yg 2 itu… mereka aja bilang “ihh dasar ga danta banget tuh orang”

Yawdah saya pulang… wkwk mana pulang di omelin pula,, garagara pulang kemaleman,,
Ntuh semua gara2 temen gue… T*I kali seharian gue di boongin ama dia,, Kecewa banget gue… Tega lu ama temen sendiri,, dasar Jahanam emang,,
Udah dah,,, gue pulang kena sial lagi gue kan….. sabtu deh dari pagi udh bete. Udh di kecewain,, sampe sore,, ngeboongin gue,, sampe rumah pula di omelin.. uhhh derita ku, (berdo’a semoga menjadi berkah) aminn .. :D

Nahh… hari yg paling di tunggu2 nih boss…
balesannya gue curhat tuh sama sahabat gue si Manda.. si, “E” kemaren gini gini,, gue ceritain tuh dari awal sampe akhir… *sampe gue curhat rada2 nahan emosi, pengen tebalikin meja guru,,* -_____- coyy

Naas cyiinn gue diemin aje tuh si “E” .. dia ngomong gue, gue diemin aja.. abis males sama orang yg kya gtu… jangankan ngobrol, liat mukanya aja udah BT ,,,

Pokok nya saya sama Manda tuh udah kesel banget deh.. sama kelakuannya dia juga,,
Gara2 cowo dia kyk gtu, ntar yee liatin aje giliran putus curhat ke gue, hih… ogaahh amat… makan tuh putus. Tau sendiri AD orangnya gampang bosen,

(tapi apasih yg ga mau di lakukan sama pacal telcinta? Akan aku kulakan semua untukmu asalkan kau bahagia….) preeeeetttttttTTTTTt makan tuh cinta,, -_-masih kecil juga urus tuh PR bahan omelan guru juga,, masih aja ngomongin pacar… kawin aja sono. *eh

Sampe 2 minggu gue cuekin tuh anak,,
Saking keselnya gue sindir aja dia di twitter, FB… bukannya saya tipe pengecut atau apalah,, ga.. saya males aja ngeliat orang di gretak, sok sok nangis… pengen buat suasana Iba sama dia,, cuihh… pengennya di kasihanin terus,, ky apaan aja-_-

Oiyaa info dari temennya sesama Rese juga,, di bilang soal renang dia bawa motor itu aku salah paham (?) helloowww what? Ga ada tuh di kamus sejarah gue, gue salah paham.. katanya si “E” ga boleh bawa motor,, preett kapan ngomongnya???
Yang ada yee, dia ngomong setelah gue di kolam renang,, sebelum renang emang dia ngomong kyk gtu?? Ga sama sekali…..
Jadi apa itu yg di bilang salah paham? Orang jelas2 gue ngerti kok… cuman dia nya aja yg pinter cari alasan …. Ga yang ini lah, itu lah… wooooaaa puyeng gue jadinya,,

Sampe sekarang gue masih berantem ama tuh anak…
Ga bisa baekan.. dianya berubah total,, amnesia permanent kyknya… hmmmm

Si “E” abis nangisin si Manda, kira aku Manda kenapa,, gue pikir si “Y” nih tapi emang si Y lewat? Ga tuh….. Manda jalan sampe wastafel, dia bilang sama aku :

” nis, vivi udah ga anggep aku sebagai sahabatnya lagi :’( “ sambil menangis..

“ manda,, udahlah ngapain sih nangis, dia juga berubah,lagian buat apa kamu nangisin dia? “

“ aku udah ga punya sahabat lagi nis “

“manda, udah dah apus air mata lo-_-malu itu di liat anak-anak, malu di liat bu Tuti, pake lagi kacamatanya. Udah… gpp “


Saat itu Ruangan sedang Ulangan UAS… tdinya klo pengawasnya udah pergi, aku mau habisin tuh si “E” lagian maksud dia apa nangisin anak orang tanpa sebab? Cuman gara2 di ajak ngomong2 baek malah jawabnya kya gtu…
Wahh… klo bisa seandainya gurunya pergi,, mungkin aku udah Jorokin dia ke tembok kali,, biarin bocor, bocor dah tuh kepala,, #ga mau tau #ga peduli.. urusan orang tua biar belakangan, yang penting gue bisa kasih pelajaran sama tuh anak, … biar tau gimana rasanya di kecewain… -____- *sadis amat ya gue* >,<

Yaa itulah,,, aku sampai sekarang masih kecewa berat sama itu anak…
Ga tau mau baekan kapan…

*Ok sampai disini dulu yaa kapan2 di lanjut ;) thx sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan dan cerita saya disini,, bila ada kata yg kurang enak di hati mohon di maafkan… nama yg tercantum pada cerita ini semua adalah nama samaran*

Byeee… :*

Kamis, 02 Februari 2012

DIAJAK TIDUR SEKAMAR OLEH MAYAT KORBAN KECELAKAAN

Inilah kisah mistis pengalaman menegangkan yang pernah dialami Ibu Masliha. Saat menunggui anaknya yang dirawat di rumah sakit, dia ditemui sosok pemuda tampan yang ternyata sudah menjadi mayat akibat kecelakaan. Pemuda ini mengajaknya tidur di kamar mayat....

Saat ini, boleh dikata hanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balung, satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Jember yang memiliki model banguna paling istimewa. Model bangun rumah sakit yang terletak di Kecamatan Balung ini, jauh dari kesan tempat dirawatnya orang-orang sakit. Bangunannya tidak hanya artistik, namun sekaligus juga berada di lingkungan yang cukup asri dan nyaman, sehingga para pasien merasa betah menghabiskan waktu sambil menyembuhkan penyakitnya di tempat ini. Apalagi ditambah peralatan kesehatan yang lengkap serta tenaga medis yang terlatih, maka jelas membuat rumah sakit yang dalam lima tahun terakhir ini terus menambah sarana dan prasarana kesehatannya, semakin ramai dikunjungi para pasien. Bahkan, dapat dikatakan rumah sakit ini memang semakin bergengsi.

Itulah sekilas gambaran kondisi RSUD Balung saat ini. Keadaan tersebut sangat bertolak belakang dengan saat pertama kali rumah sakit tersebut didirikan, persisnya puluhan tahun yang lalu, tepatnya ketika RS itu masih berbentuk Puskesmas. Bahkan, di tahun-tahun pertama Puskesma Balung sempat tidak memiliki penerangan listrik, sebelum akhirnya menggunakan listrik bertenaga diesel.

Meskipun begitu, Puskesma yang menjadi cikal bakal RSUD Balung ini boleh dikata tidak pernah sepi dari pasien. Karena di wilayah Jember bagian selatan, hanya Balung-lah satu-satunya kecamatan yang memiliki Puskesmas.

Selain keadaannya yang memprihatinkan, cerita-cerita menakutkan tentang keberadaan Puskesma Balung bukan hal yang asing bagi warga setempat. Juga bagi para pasien yang pernah menjalani rawat inap di sana. Ada beberapa sumber menceritakan, pada malam hari, di tempat-tempat yang tidak diberi penerangan, sering kali terlihat cahaya lilin yang berjalan kesana-kemari tanpa ada yang membawa.

Tak hanya itu, kereta dorong yang dipakai untuk mengangkat pasien juga kerap berjalan sendiri menuju ke kamar mayat. Ditambah lagi, wujud-wujud yang menakutkan seringkali menghantui para pasien serta tenaga medis yang bekerja di sana.

Salah satu pengalaman menakutkan dialami oleh Masliha, 72 tahun, saat menjaga anaknya yang terserang muntaber dan harus menjalani rawat inap di salah satu kamar Puskesmas Balung, tidak jauh dari kamar mayat. Kepada Misteri, Masliha menuturkan kisah menakutkan yang dialaminya sekitar tahun tujuh puluhan silam. Berikut ini ringkasannya...:

Sebelumnya aku tidak pernah menginjakkan kaki di Puskesmas Balung. Jadi aku tidak tahu ruangan-ruangan yang ada di tempat tersebut. Selama ini, kalau anak-anakku ada yang sakit, suamikulah yang mengantar mereka berobat. Itupun hanya penyakit ringan, yang sudah dapat disembuhkan dengan berobat jalan.

Karena itu, ketika anak bungsuku terkena muntaber, kekhawatiranku tidak dapat disembunyikan. Apalagi melihat tubuhnya yang lemas, dengan wajah yang pucat.

Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, sesudah Maghrib, kami membawanya ke Puskesmas Balung, yang jaraknya hampir 20 Km. dari rumah. Karena saat itu masih belum ada angkutan umum yang mencari penumpang pada malam hari, maka kami meminta bantuan tetangga yang memiliki becak untuk mengantarkan kami ke Puskesmas Balung.

Begitu sampai di Puskesmas, dokter langsung menangani anak bungsu saya. Rupanya keadaan anakku lumayan gawat. Karena kehabisan banyak cairan, dia harus diinfus, dan harus menjalani rawat inap.

"Mardi kau jaga sendiri saja dulu ya, Bune. Aku akan pulang untuk beres-beres rumah, dan menyelesaikan sisa pekerjaan. Besok pagi aku akan ke sini lagi," kata suamiku setelah beberapa saat lamanya berada di dalam kamar yang ditempati anakku.

Kamar itu berukuran kecil. Ditempati dua ranjang dan dua lemari kecil. Ranjang yang satu ditempati anakku, sedang ranjang lainnya ditempati pasien yang lain seusia Mardi, yang juga menderita muntaber. Berbeda dengan Mardi yang aku jaga seorang diri, pasien itu ditunggu kedua orang tua serta kakaknya.

Sepeninggalan suamiku, waktu aku habiskan dengan bercakap-cakap bersama kedua orang tua pasien teman sekamar anakku. Cukup lama kami bertukar kata, membicarakan apa saja untuk membunuh sepi dan mengurangi rasa dingin. Sampai kedua orang itu mohon pamit untuk beristirahat. Menyusul anak sulungnya yang telah terbaring di lantai yang beralaskan tikar, juga mulai tertidur karena kantuk.

Akupun sendiri di luar kamar, menikmati suasana sepi dan gelapnya malam. Karena genset yang menjadi sumber penerangan, menurut penjelasan salah seorang perawat mengalami kerusakan, maka keadaan Puskesmas itu menjadi gelap. Cahaya lampu tempel yang menghiasi setiap ruangan, tidak mampu melawan kegelapan. Sehingga suasana di sepanjang lorong puskesma tampak remang-remang, seperti di lorong kuburan.

Cukup lama aku duduk di lantai sambil bersandar pada pilar di luar kamar. Sebenarnya, mataku sudah sangat mengantuk, dan tubuh minta direbahkan. Tapi, melihat lantai di dalam kamar penuh sesak dengan penjaga pasien lainnya, aku merasa risih untuk merebahkan tubuh, apalagi tidur berdesak-desakan dengan mereka.

"Ibu sedang menunggu anaknya, ya?" tegur seorang pemuda tampan, yang tiba-tiba sudah berdiri di sebelahku.

"I...i...iya!" Jawabku pendek dan sedikit agak gugup.

"Lebih baik ibu beristirahat di kamar sebelah sana. Kebetulan di sana ada ranjang yang kosong. Ibu bisa memakainya untuk tidur. Daripada duduk dilantai seperti sekarang ini, ibu bisa masuk angin. Jangan-jangan setelah anak ibu sembuh, ganti ibu yang jatuh sakit!" nasehat pemuda itu dengan penuh kekhawatiran. Aku menanggapinya dengan senyum kecil. Namun, dalam hati aku membenarkannya.

"Mari, Bu. Saya antar ke kamare itu!" pemuda itu menawarkan jasanya.

Entah karena terbawa oleh rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat, atau karena terpengaruh oleh suara pemuda itu yang lembut dan sopan, aku menerima tawarannya. Tanpa menaruh curiga sedikitpun, kuikuti langkahnya menuju kamar di bagian paling belakang. Aku ikuti terus, sampai pemuda itu membuka pintu kamar dan memasukinya.

Ya, berbeda dengan kamar-kamar pasien lainnya, di kamar itu sama sekali tidak diberi penerangan. Hal ini membuat mataku untuk beberapa saat lamanya tidak bisa melihat. Baru setelah terbiasa dengan suasana gelap ruangan itu, aku dapat mengetahui keadaan kamar. Meskipun samar-samar, kulihat kamar itu sangat bersih dan terawat. Ukurannya juga lebih luas dari kamar-kamar pasien yang lain. Ada empat buah ranjang yang bederet sedemikian rupa, tanpa ada lemari kecil atau benda-benda lainnya. Keempat ranjang yang ada telihat kosong, tidak berpenghuni.

"Silahkan beristirahat, Bu!" pemuda itu mempersilahkan sambil menunjuk ke salah satu ranjang. Dia sendiri mengangkat tubuh dan tidur di ranjang yang lain.

Tanpa menaruh rasa curiga, dan tanpa bertanya sepatah katapun, aku melakukan hal yang sama seperti dirinya. Hanya saja, aku tidak menutupi sekujur tubuh dengan selimut sebagaimana pemuda itu.

Karena kantuk yang teramat sangat, aku langsung terlelap begitu punggungku menyentuh kasur di ranjang itu. Entah berapa lama aku tertidur, aku tidak ingat. Hanya yang pasti, dalam tidur aku mendapatkan mimpi yang sangat menyeramkan.

Dalam mimpi itu, aku seolah tertidur di tempat yang sama, dan terjaga. Begitu terbangun, yang kudapati hanyalah kegelapan. Akupun mencoba bangkit. Tapi....duk! Kepalaku terantuk benda yang keras. Dalam keadaan bingung dan takut, tanganku meraba-raba. Astaga! Aku terkurung di dalam peti. Ya, di dalam peti jenazah?

Ketakutanku pun semakin menjadi. Dengan menahan perasaan takut yang teramat sangat, tangan dan kaki aku dorongkan dengan sekuat tenaga ke atas. Seketika itu pula pintu peti terbuka, dan aku segera bangkit dengan panik. Aku berdiri sambil memandang keadaan sekeliling. Ternyata aku masih berada di tempat yang sama. Di sebuah kamar yang berisi empat buah ranjang. Hanya saja kalau sebelumnya ranjang-ranjang itu kosong, tidak berpenghuni, kini diatasnya sudah teronggok peti-peti mati yang dingin dan beku.

Peti-peti mati siapa itu? Batinku dengan tubuh gemetar. Kenapa peti-peti itu berada di sini? Kapan dan siapa yang meletakannya? Berbagai pertanyaan memenuhi benakku.

Sebelum pertanyaan-pertanyaan itu sempat terjawab, dan sebelum rasa takut sempat kuatasi, sudah menyusul lagi peristiwa lain yang lebih menakutkan. Tanpa aku duga, peti-peti yang teronggok diatas ranjang itu tiba-tiba terbuka. Disusul dengan keluarnya sosok tubuh manusia dengan wajah pucat pasi. Akupun tidak kuasa lagi mengendalikan rasa takut. Tanpa sadar, mulutku sudah berteriak sekeras-kerasnya. Mendadak aku pun terjaga dari tidur.

"Astaqfirullah al'azim..." gumamku saat terjaga, dengan keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhku.

Saat kupandangi sekelilingku, aku terkesiap sebab aku sungguh-sungguh berada di tempat yang sama dengan yang ada dalam mimpiku. Ya, di sebuah kamar yang berisi empat buah ranjang. Namun, di atas ranjang-ranjang itu tidak ada lagi onggokan peti-peti mati. Hanya di salah satu ranjang saja aku jumpai tubuh manusia yang terutupi selimut putih. Mungkin, tubuh itu pemuda yang semalam mengajakku tidur disini.

Pemuda itu masih terbaring di tempatnya, dengan sekujur tubuh tertutup oleh selimut. Dengan kesadaran yang masih belum sempurna, aku lihat pintu kamar dibuka seseorang dari luar. Disusul dengan masuknya dua orang perawat yang memandangku dengan sorot mata penuh tanda tanya, bahkan setengah ketakutan.

"Ke.....kenapa ibu tidur di sini?" tanya salah seorang perawat itu dengan gugup.

"Ibu masuk lewat mana?" perawat yang lain ikut melontarkan pertanyaan. "Kamar mayat inikan terkunci."

"Kamar mayat?" gumamku tidak mengerti.

"Ya, ini kamar mayat, Bu! Dan barusan, kami baru membuka pintunya yang masih terkunci. Lantas, Ibu masuk dari mana?" tutur si perawat yang pertama kali bertanya padaku.

Seketika jantungku berdegup keras. Sambil berusaha menenangkan perasaan, kuceritakan apa yang kualami, "Semalam saya diajak pemuda itu untuk beristirahat di sinii." Aku menudingkan telunjuk ke arah pemuda yang berbaring di ranjang yang lain.

Mendenar jawabanku, salah seorang perawat berjalan menghampiri ranjang yang ditempati pemuda itu. Kemudian membuka selimut yang menutupi tubuhnya, sambil berkata, "Bu, pemuda ini sudah meninggal kemarin siang akibat kecelakaan. Karena identitasnya masih belum diketahui, maka untuk sementara waktu ditempatkan di kamar mayat ini. Coba ibu lihat sendiri."
Dari jarak kurang dari 2 meter, aku lihat wajah pemuda yang semalam mengajakku beristirahat di kamar mayat ini. Wajah itu tidak lagi bersih dan tampan, sebagaimana yang aku lihat semalam. Namun, wajah itu dihiasi luka serta bercak-bercak darah yang sudah mengering. Begitu melihat wajah tersebut, seketika itu pula aku jatuh pingsan.

Sabtu, 21 Januari 2012